Modernisasi, kemajuan teknologi komunikasi dan informasi yang sudah kian menyatu dalam kehidupan manusia, yang tak terasa kian membuat manusia agak perlu waktu untuk mempercayai akan adanya akhirat dengan serangkaian "sidang pembalasannya", dan bahkan perlu waktu untuk kemudian percaya bahwa Tuhan itu ada dan Maha Kuasa.
Bahkan akhirnya, menjadi pertanyaan manusia modern, "masih perlukah agama bagi kehidupan manusia?
Dengan jernih dan tulus hati, mari kita renungkan bersama .....
Monday, January 12, 2009
Saturday, January 10, 2009
Pendidikan Agama (Islam), Perlukah?
Di zaman mutakhir dengan sistem dan model pendidikan yang sudah begitu modern, yang cenderung menuhankan akal, harta dan gemerlap bendawi, tentu tidak mudah untuk begitu saja percaya bahwa pendidikan berlandaskan agama, budi pekerti dan rasa itu perlu.
Belum lagi, sebagian kita justru dikecewakan kenyataan, pada saat kita berkiblat pada pendidikan yang murni agama, ternyata output yang dihasilkan justru tidak terakses dalam dunia kerja yang membutuhkan semangat profesionalme.
Dan..., sebaliknya pada saat manusia akhirnya memfokuskan pada pendidikan yang murni dunia, akhirnya mereka menyadari tentang ketertinggalannya dalam pengetahuan (apalagi aplikasi) keagamaan, padahal sangat perlu.
Lalu, harus bagaimana? Pertanyaan mendasar yang sering terungkap pada manusia modern, masih perlukah sistem pendidikan Islam?
Dengan hati yang jernih dan tulus, mari kita renungkan bersama ...
Belum lagi, sebagian kita justru dikecewakan kenyataan, pada saat kita berkiblat pada pendidikan yang murni agama, ternyata output yang dihasilkan justru tidak terakses dalam dunia kerja yang membutuhkan semangat profesionalme.
Dan..., sebaliknya pada saat manusia akhirnya memfokuskan pada pendidikan yang murni dunia, akhirnya mereka menyadari tentang ketertinggalannya dalam pengetahuan (apalagi aplikasi) keagamaan, padahal sangat perlu.
Lalu, harus bagaimana? Pertanyaan mendasar yang sering terungkap pada manusia modern, masih perlukah sistem pendidikan Islam?
Dengan hati yang jernih dan tulus, mari kita renungkan bersama ...
Subscribe to:
Comments (Atom)